Get Started and Run a Dakwah Kampus Media (1)

Assalamu'alaikum, semoga keselamatan selalu menyertai kita semua. Ehem,... beberapa pembaca setia blog saya barangkali menanti-nanti tulisan baru di blog ini. Oke, mohon maafkan jika penulis ngerasa sok punya pembaca setia padahal cuma beberapa pembaca yang "disasarkan" oleh Google lewat keyword(s) tertentu. Well, it doesn't really matter. Speaking of which, there is a keyword that i usually used in my previous projects, i mean in my undergraduate program. And i put large intention on it, its dakwah or dawa or da'wah or another way to spell it. But, i don't really agree to spell it with "propaganda" like dictionary did.

Oh ya, satu lagi, biar judulnya keren saya sengaja menulisnya dalam bahasa Inggris, sekalian belajar menulis dalam bahasa Inggris demi persiapan menulis jurnal internasional. Hmm,.. sebagaimana judul yang saya tulis di atas, saya akan membuat artikel berseri mengenai pembuatan dan penggeloaan media dakwah kampus dengan harapan ini bisa berguna bagi siapapun yang tengah menjalaninya. Tapi, mohon diingat, sesuatu yang akan saya tulis barangkali hampir sepenuhnya adalah pengalaman, pun jika saya harus menyelipkan beberapa teori, saya akan muat beberapa yang memang benar-benar dibutuhkan. Jadi,...
Gambar dari https://www.ucl.ac.uk/isd/services/creative-media/media-production



Apa yang mesti dipersiapkan dalam membangun sebuah media dakwah kampus?

Kita mulai dengan sebuah pertanyaan mengenai preparasi. Persiapan adalah sesuatu yang sangat krusial dalam segala sesuatu. Ketika kamu mempersiapkan segala sesuatunya dengan benar dan maksimal, insyaa Allah hasil yang kamu peroleh juga tidak berkhianat. Dan, berikut persiapan penting dalam membangun media dakwah kampus.
  1. Person in charge or people in charge!
  2. Hardware(s) (PC, gadget, etc)
  3. Software(s) (Design graphic, video editing, etc)
  4. Spiritware(s) (Niat yang benar, kemauan yang kuat, dan sikap pantang menyerah, pantang bosan)
  5. Grand concept!
Saya rasa 5 poin di atas sudah cukup, sekarang mari kita bahas masing-masing.

Person in charge (PIC)

Media itu terdiri dari berbagai bentuk, mungkin kamu sudah pernah mendengarnya, tapi sepertinya perlu kita ulang lagi, yaitu: visual, audio dan audio-visual. Visual berarti media yang melibatkan penglihatan dalam menikmatinya, contoh paling konvensional adalah teks dan gambar (poster, spanduk, dkk). Audio berarti media yang melibatkan pendengaran seperti rekaman suara berformat .wav, .mp3 atau lainnya. Sedangkan audio-visual yang menggabungkan kedua hal sebelumnya dan contoh untuk media ini adalah video!

Lalu apa hubungan itu dengan PIC? Nah, mungkin kamu pernah mendengar istilah right man in the right place. Ketika penempatan SDM berada tepat di bidang yang ia kuasai dan sukai, kamu dapat menghemat waktu karena mereka sudah siap kerja. Well, di bagian atas saya sengaja menulis "people in charge" karena dalam mengelola media dakwah kampus kita tidak bisa mengandalkan segelintir orang saja, kalau bisa sih sebanyak mungkin dan saya pernah menyarankan di kampus kalau bisa sekitar 20 orang! What?!

Terlalu banyak media yang harus kamu kuasai jika ingin menjadi superman, but you don't need to cover them all. Bagaimanapun superteam tetap lebih kece dibanding superman. Lagipula dakwah kampus itu konsepnya amal jama'i, bukan? Maka tempatkan lah tim dalam porsi dan posisi yang benar. Mereka yang hobi desain, hobi lettering, hobi nulis dan perkara visual lainnya tempatkan di bagian produksi produk visual. Mereka yang gemar membuat video, punya talent jadi videografer atau bahkan sutradara yang kece, ayok garap bagian audio-visualnya. Sedang untuk yang audio itu sebenarnya perkara yang lebih mudah dari keduanya.

Lalu bagaimana dengan yang tidak terlalu ahli di beberapa media yang tadi? Saya kelupaan satu poin penting dalam poin persiapan tadi (dan segaja tidak saya tambahkan di sana meskipun saya sudah ingat), poin itu adalah koneksi dan internet. Terlebih jika ia adalah influencer yang potensial, mereka bisa jadi buzzer yang mumpuni lho! (pembahasan tentang influencer dan buzzer insyaa Allah di bagian yang lain di lain kesempatan ya!).

Hardware(s)

Alangkah bagusnya jika sekretariat dakwah kampus punya studio atau minimal perlengkapan medianya, tapi nyatanya dakwah kampus itu tabiatnya selalu kekurangan. Meskipun sudah banyak anggota tetap terasa kurang, kalau masalah uang dan sarana/prasarana apalagi. Tapi bukan berarti kita tidak bisa berbuat sesuatu. Sekre tak punya komputer? Kan laptop anggota masih ada. Sekre tak punya DSLR atau handycam? Kan punya anggota masih ada, atau pakai kamera hp cukuplah. Terkait untuk PC/laptop, memiliki spek yang tinggi itu sangat membantu. Terutama dalam menjalankan program desain yang berat, apalagi saat harus me-render video yang sudah dibuat.

Software(s)

Sebagaimana perangkat keras, perangkat lunak atau software juga sangat dibutuhkan. Kamu dapat menggunakan perangkat lunak desain grafis seperti CorelDraw, Photoshop atau lainnya. Tapi kalau saya boleh saran, pakai yang gratis atau opensource saja, daripada kita membajak perangkat lunak untuk tujuan yang baik, hehe. Ada InkScape sebagai pengganti CorelDraw, ada GIMP sebagai pengganti Photoshop. Pakai yang halal insyaa Allah lebih berkah :)

Spiritware (s)

Satu hal lainnya yang tidak kalah penting adalah semangat dalam bingkai spiritualnya. Semangat berdakwah itu oke, tapi harus ditambah dengan passion di bidang media agar muncul pula semangat yang kuat, sikap pantang menyerah dan gigih karena membangun media dakwah yang sukses itu tak semudah membalik telapak tangan!

Adapun beban yang suka menggerogoti semangat pejuang media dakwah adalah kebosanan atau kejenuhan. Amanah media itu adalah amanah yang bebannya merata. Kamu akan dihadapkan pada beban yang sama setiap hari. Kamu akan mengulang hal yang sama. Dipusingkan dengan hal yang sama. Oleh karena itu, semangat kamu dari awal sampai akhir haruslah sama agar tidak mundur di tengah jalan. Bahkan kalau bisa ada peningkatan gitu.

Cara menjaga semangat? Hmm, mungkin dengan bergabung di komunitas atau mencari teman yang bisa saling menyemangati dalam mengelola media dakwah di tempat lain. Dan niatnya harus murni karena Allah ya, lagipula pejuang media adalah orang belakang layar, cukup sulit untuk membuat dirimu terkenal meskipun itu bukan perkara yang mustahil... tapi yang pasti dan mutlak adalah pandangan Allah jauh lebih penting dari pandangan manusia, bukan? So, all out, best of your best dedication!

Grand Concept

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa media dakwah yang pada awalnya dibangun dengan baik pada akhirnya kolaps dan tidak bangkit lagi. Pertama, karena pengurus dakwah kampus yang terus berganti. Kedua, karena modal masing-masing yang berbeda. Ketiga,...

Saya sangat pengalaman dengan ini, bahkan mungkin saya bisa dikatakan "gagal". Yap, gagal dalam transfer pengetahuan ataupun kemapuan. Jujur, saya tidak berani mengklaim saya pakar di bidang ini. Saya pernah belajar desain grafis beberapa tahun dan akhirnya saya putuskan untuk berhenti karena saya rasa harus fokus pada satu bidang. Saya pernah juga belajar penyuntingan video namun sekarang tidak lagi. Saya hari ini gemar mempelajari pemasaran konten atau content marketing itupun karena saya ingin tulisan saya menemukan pembaca yang lebih banyak dari biasanya. Tapi dari semua itu belum satupun saya yang benar-benar memahaminya. Tapi, meskipun itu sedikit, pasti masih punya manfaat, bukan

Seringkali media dakwah kampus itu tidak berkembang bukan karena kekurangan orang yang terlatih di bidangnya, tetapi karena tidak ada konsep yang berkelanjutan dan lepas tangan dari para pendahulunya. Maybe it seems like i take responsibility, to give some informations that i have gathered all days.

Dan hal yang sangat perlu kamu lakukan dalam merancang sebuah media dakwah kampus adalah rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sebuah rencana strategis. Setelah itu kamu perlu mematuhi apa yang telah kamu rancang. Oh ya, dalam membuat rencana itu, kamu harus menentukan prioritas karena jika menimbang SDM dalam tim, mungkin tidak semua media dan strategi yang bisa dilakukan.[]

Bersambung ke bagian (2) : Model tim yang baik dalam media dakwah kampus (segera)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Get Started and Run a Dakwah Kampus Media (1)"

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)