Indonesia Bisa Sejahtera Karena Zakat? Ah, Masa?

Halo pembaca. Saya ingin menguak sedikit rahasia tentang diri saya, bahwa meskipun saya alumni teknik saya gemar berdiskusi tentang politik, ekonomi, sosial,... pokoknya apapun yang berkaitan dengan Indonesia lho. Sebagai seorang pemuda Indonesia, saya percaya kalau anak-anak muda Indonesia bisa diandalkan untuk memajukan negeri ini. Ada yang sependapat? Kalau ada, mungkin kita jodoh, hehe.

Oh ya, tahukah kamu, salah satu topik perbincangan menarik yang pernah saya angkat adalah jika seluruh warga negara Indonesia membayar zakat, insyaa Allah negeri ini akan sejahtera. Nah, kenapa bisa begitu? Lanjut baca ke bawah ya.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa dengan zakat Indonesia bisa sejahtera, tapi menurut saya yang paling penting dari alasan yang banyak itu adalah dua di bawah ini:
  1. Yang kaya dan yang membutuhkan bisa bagi hasil
  2. Zakat adalah metode yang diatur oleh agama, tidak seperti pajak yang diatur undang-undang. Maka seharusnya zakat bisa menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan
Kalau masyarakat Indonesia lancar membayar zakat insyaa Allah masalah kemiskinan dapat diatasi, sebab Indonesia memiliki penduduk muslim yang fantastis banyaknya, yaitu 85% dari 249,9 juta penduduk!

Lebih jauh lagi, sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik, pada Maret 2015 jumlah penduduk miskin Indonesia terhitung sebesar 28,59 juta (11,22%). Dari data tersebut, seharusnya pendudukan yang berkehidupan cukup dan lebih semestinya ada sekitar 78,88%. Jika saja semua penduduk muslim di antara 78,88% itu mau untuk membayar zakat dengan teratur dan rutin tentu persoalan kemiskinan dapat diatasi.

Tapi, sayang sekali, faktanya Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang beragama Islam terbesar di dunia tidak kunjung-kunjung sejahtera juga karena zakat. Jangan tanya kenapa, sebab kita semua sudah tahu bahwa tidak semua orang Indonesia sadar dengan pentingnya zakat dan tidak maraknya pencerdasan tentang zakat (jauh lebih sedikit dibanding iklan-iklan pajak!).

Masalah di atas menjadi kegelisahan tersendiri, lha wong zakat ini bagian dari rukun islam kok bisa macet? Tentu saja ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memikirkan bagaimana cara mem-branding zakat agar lebih menarik dan dipahami oleh banyak orang. Untuk persoalan ini, Dompet Dhuafa hadir dengan terobosan uniknya mengenai branding zakat dengan program Zakatnesia. Lantas, apa itu Zakatnesia? Yuk, kita kupas.

Zakatnesia, Berkah untuk Indonesia

Sebagaimana yang saya ulas di awal tadi, jika seluruh muslim Indonesia lancar membayar zakat, insyaa Allah negeri ini sejahtera. Sejahteranya bukan cuma di sisi perekonomian tapi juga di sisi kehidupan karena berzakat berarti memurnikan atau membersihkan harta.

Zakatnesia adalah  program khusus Dompet Dhuafa pada Ramadhan 1437H ini. Tema dan nama Zakatnesia ini sengaja diangkat sebagai kampanye yang menunjukkan bahwa zakat adalah solusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan pada level permukaan hingga level yang lebih mendasar. Pas bangetlah dengan cerita diskusi Fadli mengenai Indonesia bisa sejahtera dengan zakat tadi. Jadi ada banget peran zakat untuk Indonesia itu.

Lebih jauh mengenai Zakatnesia, sebagaimana yang dilansir sindonews.com, Dompet Dhuafa tengah berupaya melakukan kampanye zakat agar kelak zakat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup alias lifestyle.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta, Rabu (25/5) mengatakan "Di semua tempat, zakat bisa dijadikan lifestyle (gaya hidup) mereka. Di mal, taman, tempat hiburan, di berbagai tempat. Kita ingin menggerakan masyarakat di semua komponen, yang mau berbagi juga kan bisa untuk semua kalangan, tidak berlaku untuk muslim saja".

Bicara tentang zakat, waktu terbaik untuk berzakat memang di bulan Ramadhan. Bahkan di bulan Ramadhan ada zakat khusus yang bernama zakat fitrah. Kabar baiknya, kamu juga dapat menyalurkan zakat fitrahmu ke Dompet Dhuafa melalui program Zakatnesia ini.

Lebih detail mengenai Zakatnesia, kamu bisa mengunjungi laman resmi Dompet Dhuafa ini: http://www.dompetdhuafa.org/page_campaign/29/zakatnesia


Pengentasan Kemiskinan dengan Zakat Bukan Suatu yang Mustahil

Kembali kita ke topik di awal tadi. Permasalahan kemiskinan dan kesenjangan sosial adalah permasalahan pelik yang dialami oleh Indonesia dari dahulu kala. Segala program telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi hal ini. Tapi toh, pemerintah tidaklah banyak dan tidak bisa berbuat banyak jika tidak dibantu oleh masyarakat.

Kesadaran masyarakat untuk berzakat adalah solusi yang kongkrit. Kongkrit karena membayar kewajiban sebagai seorang muslim, dan kongkrit karena zakat tersebut dapat disalurkan pada yang membutuhkan alias masyarakat yang kurang mampu.

Dari uraian-uraian yang sudah sama-sama kita baca tadi, tentulah tergambar jelas bahwa zakat memiliki peran yang penting untuk menyejahterakan Indonesia. Tapi untuk sampai kesana, masyarakat Indonesia perlu disadarkan terlebih dahulu mengenai pentingnya zakat dan memberikan langkah yang mudah agar setiap orang dapat berzakat kapanpun dan dimana pun.

Zakatnesia yang digagas oleh Dompet Dhuafa hadir memberikan solusi. Oleh karena itu, untuk menyukseskannya mari sama-sama membantu kampanye zakat ini. Memang bukan perkara yang mudah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat, oleh karena itulah dibutuhkan bantuan dari berbagi pihak, baik pemerintah, lembaga-lembaga hingga masyarakat Indonesia sendiri. Negeri kita ini adalah negeri yang besar, saya yakin permasalahan besar dapat kita atasi. Seperti permasalahan kemiskinan ini, dengan adanya zakat yang terkelola secara rapi maka kemiskinan dapat diatasi tidak cuma di level permukaan tapi juga level yang lebih mendasar dan dalam dari itu.

Bagaimana menurutmu? Suarakan juga pendapatmu di kolom komentar.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Indonesia Bisa Sejahtera Karena Zakat? Ah, Masa?"

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)