Sebenarnya Enakan Mana Menulis Fiksi atau Non Fiksi?

Saya bersyukur dari masa sekolah dasar sudah jatuh cinta dengan dunia kepenulisan. Saya kira ini adalah cinta yang tidak akan pudar. Sekian tahun dari masa kecil itu saya telah mencoba menulis apapun. Fiksi ataupun non fiksi. Kemudian tentu saya mempunyai spesialisasi tertentu, katakanlah kecenderungan untuk menulis apa.

Sebagian orang nyatanya lebih gampang menulis fiksi karena anda hanya cukup mengkhayal. Tapi sebagian yang lain lebih senang menulis non-fiksi karena anda bisa berbicara data atau pesan yang anda ingin sampaikan lebih cepat datang dari pada menulis fiksi. Kedua-duanya bagus. Yang tidak bagus adalah ketika anda tidak mencoba salah satunya. Apalagi bagi yang berstatus mahasiswa.

Nah, sebelum ocehan saya terlalu jauh, sekarang kita bahas sebenarnya enakan mana menulis fiksi apa non fiksi. Namun sebelum itu saya ingin pastikan kalau teman-teman punya gambaran dasar tentang topik kita ini.

Secara umum fiksi adalah karya yang diciptakan oleh pengarang secara murni, misalnya novel, cerpen, syair dan lainnya. Karya fiksi didominasi oleh diksi yang tidak biasa, memiliki banyak gaya bahasa dan terkadang sulit untuk dipahami. Sementara itu non fiksi adalah karya yang berdasar fakta lapangan atau juga pandangan penulis terhadap fenomena yang tengah terjadi.

Setiap penulis biasanya punya kecenderungan untuk menulis yang mana. Ada yang nyaman menuliskan fantasinya di cerita-cerita. Mengajarkan sesuatu dengan pelan-pelan tanpa menggurui. Namun ada juga tipikal orang yang kurang pandai untuk merangkai kata yang manis. Orang-orang yang suka menulis non fiksi biasanya menyenangi hal yang faktual dan tepat ke inti pembahasan.

Kemudian, seorang penulis fiksi biasanya disebut “pengarang” karena memang tugasnya adalah mengarang cerita, puisi dan lain-lain. Sedangkan penulis non-fiksi disebut penulis saja, misalnya penulis essay atau penulis opini.

Terkait enak menulis yang mana itu tergantung kita, saya dulu sering menulis fiksi karena memang waktu itu saya senang membaca fiksi. Sekarang saya lebih suka menulis non-fiksi karena bacaan saya lebih banyak non-fiksi. Ada kaitan erat antara membaca dan menulis, silakan baca artikel ini jika berkenan: Antara Menulis dan Membaca

Apapun yang kita tulis sebenarnya tidaklah masalah, yang jelas tujuan kita dalam menulis itu sedapatnya memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Berbahagialah teman-teman yang bisa menulis untuk mencerahkan, saya rasa ada hal lebih untuk itu, sehingga tidak muluk-muluk kita katakan bahwa menulis sebenarnya juga amalan yang berujung pahala dari Tuhan.


Sekian dan salam semangat.

Postingan terkait:

14 Tanggapan untuk "Sebenarnya Enakan Mana Menulis Fiksi atau Non Fiksi?"

  1. Kalau saya sih, menulis keduanya enggak masalah, asalkan lagi ada moodnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bagus dong, Mbak.. jadi ingin baca tulisan2nya :)

      Delete
  2. selamat malam Mas... Kalau saya jatuh cinta pada dunia Menulis ketika kuliah dulu, saya banyak menulis online di dalam Blog waktu masih kuliah sampai sekarang, kalau menulis di blog itu termasuk Fiksi atau Non Fiksi Mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. malam juga Mas, menulis di blog itu non-fiksi saya rasa, hehe..

      Delete
  3. semuanya tergantung sama kesukaan dan hobi serta berapa banyak orderan tentang menulis fiksi atau non fiksi...
    yang paling enak kalao kolom komentarnya ngga di kasih kode Chaptha...ini dipasangin ngga yah?

    ReplyDelete
  4. Tergantung situasi gan, kalo lagi bagus modnya pasti gampang nulis kedua jenis karanga tersebut, demikian sebaliknya hehe... Oya kunjungan perdana sekalian follow neh infonya yang hotthread....

    Salam kenal dari Pulau Dollar

    ReplyDelete
  5. yupss.. kalo ane cenerung ke fiksi aja gan.. soalnya mudah direka-reka tanpa musti sesuai fakta. hehe :D

    ReplyDelete
  6. hahaha bole bole gan.. tapi tidak ada yg dipublish.. LOL.. alias dalam pikiran. XD

    ReplyDelete
  7. Ane sih biasanya tergantung situasi misalnya lagi ada mood pasti gampang aja menulis dua jenis karanga tersebut

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. kalau saya sih tergantung mood ya. fiksi oke, nonfiksi juga nggak masalah selagi inspirasi mengalir :)

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)