Tidak Bersyukur Jadi Lelaki

dapat dari Google =)

Jadi kemarin saya lihat, seorang anak sekolah berbaju putih abu-abu dengan motor matik di sebuah jalan kecil di dekat tempat tinggal saya. Saya sedikit tertarik untuk memperhatikan telinga itu bocah. Awalnya sih, saya lihat dari depan, ada sepasang bundaran hitam kecil di telinga kiri dan kanannya. Wew, ini bocah SMA mana, telinga pakai ditindik macam itu pula. Sekolah mana yang kasih izin siswanya berpenampilan ala boyband Korea, ha? *biar saya datangi tuh sekolah, atau setidaknya omelin lewat akun SosMed, haha. Tapi saat si bocah ini lewat, dan saya melihat bagian belakang tubuhnya, nampak sepasang bundaran hitam kecil lagi. Sontak saya tertawa dalam hati. Ooooooo, magnet toh, hahaha.

Tapi apa pelajarannya? Tentu saja bahwa gaya hidup anak zaman sekarang sudah mengikuti tren tidak jelas yang sama sekali bukan gaya orang Indonesia (yang saya tahu dulu, orang Indonesia terkenal dengan keramahan, kesopanan dan kesederhanaannya). Ini nih, efek dari media yang seringkali menggembar-gemborkan gaya hidup ala western (sengaja pakai bahasa asing biar keren). Back to si bocah, intinya si die ingin dilihat keren (die merasa keren) dengan bergaya seperti itu. Tapi karena anak sekolah tidak boleh seperti itu jadinya dia pakai anting magnet yang bisa dibongkar pasang kalau ketemu guru. Atau apapunlah modusnya,...

Jadi apa yang salah?

Pertama, norma. Waktu saya belajar PKN dulu, guru memberi penjelasan tentang norma-norma, salah satunya norma sosial-lah. Secara sosial, perilaku si bocah adalah penyimpangan. Karena itu bukan ciri masyarakat Indonesia pada umumnya. Norma kesopanan, norma sebagai murid (?). Bukan norma kering dan norma basah dari Arab (ayo, apa coba).

Kedua, tentu saja dari segi agama. Islam sudah mengajarkan bahwa lelaki dilarang keras untuk menyerupai perempuan. Memakai aksesoris perempuan bukannya menyerupai ya? Kalaulah yang jadi patokan aktor Korea, lha wong mereka saja dandan lebih lama dari perempuannya, lebih parah lagi bukan. Bisa dikatakan, tidak bersyukur jadi lelaki.

“Sesungguhnya Nabi SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. Beliau berkata, “Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.” (HR. Bukhari)

Kesudahannya, janganlah kita mengikuti apa-apa yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan jati diri kita, entah itu sebagai siswa apalagi sebagai seorang muslim. Tunjukkan dan banggalah kamu terlahir dan hidup sebagai seorang muslim. Sisanya mungkin teman-teman punya tambahan tersendiri.


#ProudBeAMuslim
#SatuHariSatuTulisan

Lampiran anting magnet =)





Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tidak Bersyukur Jadi Lelaki"

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)