Jangan Ngaku-ngaku Kalau Masih Minjam


Sesungguhnya tak ada yang bisa dibanggakan dari seorang diri yang bahkan kehidupannya sendiri adalah pinjaman. Secakep-cakep wajah ini lah, selembut-lembut perkataan, dan se- lain-lainnya. Cakepnya wajah kita barangkali tidak seberapa jika disandingkan dengan Yusuf dan Muhammad. Cantiknya wajah kita mungkin tidak seberapa jika dibandingkan Hawa dan Zulaikha. Dan, selembut-lembutnya perkataan kita masih pula terselip kata-kata yang, tanpa kita sadari mungkin, menyinggung orang-orang yang berada di sekitar kita.

Sesungguhnya memang, tak ada yang bisa disombongkan dari seorang diri yang harga dirinya bahkan tak lebih dari sebutir debu. Ada sebagian orang yang merasa tinggi dengan jabatan yang dia punya. Woi, tidak tahu apa ini orang pejabat, anggota dewan gitu lho, yang sudah menghabiskan miliyar-an duit untuk memang pemilu legislatif. Atau bahkan presiden sekalipun. Harga dirinya dihadapan Tuhan tidaklah lebih dari sebutir debu. Suatu ketika, kapan saja Dia mau, jabatan itu bisa Dia cabut dari siapapun juga. Terus, kenapa mesti sombong kalaulah setiap orang mempunyai hak yang sama mendapatkan syaf shalat terdepan, tak peduli pejabat atau bahkan sekjen PBB sekalipun. Kulit hitam, kulit putih. Bukankah yang dinilai dari diri ini adalah sejauh mana kita mampu bertakwa kepada Dzat yang telah meminjamkan kita kehidupan.

Sesungguhnya tak ada yang bisa nge-klaim kalau semua anggota tubuhnya ini adalah hak miliknya sendiri. Miris rasanya mendengar cerita anak-anak yang membantah orang tuanya. Dicegah berbuat yang tidak baik. Pergi ke sana-sini. Melakukan ini dan itu. Semau-maunya. "Ini kan kaki saya, kenapa saya dilarang-larang", "Ini kan tangan saya, terserah saya dong mau dipakai buat apa", "Ini mulut, mulut saya, kalau gak suka sama perkataan saya, ga usah punya telinga!"

Sesungguhnya dalam setiap peminjaman ada tenggang kapan akan dikembalikan dan bagaimana aturan peminjamannya. Karena semuanya bukan hak milik kita, maka Pemilik sebenarnya bisa memintanya kapan saja. Berani jamin, tangan yang sering kita gunakan itu akan tetap bersama kita hingga akhir hayat. Mata kita yang sering kita gunakan itu, akan tetap bisa melihat sepanjang hayat? Karena semuanya adalah pinjaman, ikuti semua aturan peminjamannya. Akhirnya,...

JANGAN NGAKU-NGAKU KALAU MASIH MINJAM.

Padang, 031213

#SHST (Satu Hari Satu Tulisan)

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Jangan Ngaku-ngaku Kalau Masih Minjam"

  1. keren tulisannya, memang sih kita janagn menyombongkan diri, karena kita cuma diberi pinjaman saja oleh Tuhan
    makasih gan udah share

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)