Gakuen Spring! Chapter 3




Chapter 3 : Klu Palsu dan Tindakan Bodoh (Bagian 1)

[Koridor Kelas 2A, 21 Mei, 08:05]
“Nee, Seiji. Apa setelah pulang sekolah ini kau bebas?” Sora mengedipkan matanya, aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini dia menjadi aneh.
“Bisa jadi,…”
“Di dekat simpang empat ada toko ramen baru buka, katanya mereka memberikan diskon 50 persen selama periode promosi”
“Benarkah?”
“Hu-uh”
Seiji melihat jam tangannya, jam 08:05! Jam pelajaran pertama akan dimulai pada 08:45 sementara orang itu,…

… hentikan aku saat jarum hampir membentuk sudut 45!

Tentu saja, dia bermaksud akan melaksanakan misinya tepat pada saat jam 9 pagi. Dia akan menempel foto di kantin saat belum banyak orang mengunjungi tempat itu. Kemarin aku sudah mengitari sekolah ini, mencari kunci dari petunjuk yang  orang gila itu berikan.

dari lapangan di mana mading terlihat, bila kau berputar berlawanan arah jarum jam kau akan menemukan sebatang kara yang kesepian, dia tak  jauh tumbuh karena kurang kehangatan,… jangan meremehkanku,… hentikan aku saat jarum hampir membentuk sudut 45!

Hanya ada satu bangunan yang berdiri sendiri di sekolah ini yaitu kantin yang berada di belakang kelas 2C dan 2D, kau bisa mencapainya dengan berjalan memutar berlawanan arah jarum jam melalui belakang bangunan kelas 2. Cara lain kau bisa melewati gudang “misterius” di sebelah kelas 2D, tapi tak banyak siswa yang berani lewat di situ. Lalu kurang kehangatan yang dia maksud mungkin saja hubungan antar pemilik kafe di kantin itu sedang tidak harmonis, mereka jarang bertegur sapa bahkan saling menjelekkan satu sama lain!

Betapa bodohnya memberikan petunjuk yang mudah seperti itu. Atau jangan-jangan,…

“Seiji,…” aku terkejut, Sora menepuk pundakku.
“Tidak baik pagi-pagi sudah merenung, kau tidak ke kelas? Beberapa menit lagi pelajaran akan dimulai! Ayo….”

Sora menyeret tanganku, aku berusaha melepaskannya dengan menarik tanganku cukup keras. Gadis itu terkejut dan matanya memerah.

Gomen Sora-san! Gomenasai!” aku tidak bisa membiarkannya menangis, kau tahu, membiarkan seorang perempuan menangis bukanlah sikap seorang pria!

Tapi pagi ini sebaiknya aku tidak masuk pelajaran pertama, ini terpaksa. Aku tidak ingin dikeluarkan oleh Pak Tua itu dari sekolah ini!

“Maaf Sora, kau bisa ke kelas lebih dulu, aku ada sedikit keperluan”
Sora terdiam sejenak.
“Jika kau mau aku bisa memberitahumu orang itu,…”
“Maksudmu?” jangan-jangan dia mengetahuinya!
“Orang itu sebenarnya adalah,…”
“SEIJI MURAKAMI! Lelaki wajah pas-pasan!” Airin datang tiba-tiba dan lansung menghina, yang benar saja, apa ia mau cari gara-gara pagi hari seperti ini!
“Woi, enak saja kau mengataiku! Cis,…”

Sora pergi begitu saja ke kelas, tunggu, dia belum memberitahuku siapa sebenarnya orang itu! Agggrrhhh,….

“Taichi sudah datang, dia sedang di ruang klub, apa kau ingin menemuinya?”
“Benarkah?” aku senang atas berita yang disampaikan Airin, tapi,…
“Mungkin siang nanti, atau sepulang sekolah, kita juga akan bertemu di kelas,… sampaikan padanya bahwa ada yang akan kubicarakan”
“Kena,…”
“Jangan tanyakan kenapa, suatu saat aku akan jujur padamu” kataku memotong perkataan Airin. Pipinya memerah. Apa yang dia pikirkan?

[Ruang Klub, 20 Mei, 08:31]
“Pada akhirnya dia tidak berkomentar apa-apa, ayah macam apa itu” umpat Taichi.

Pada akhirnya apa yang ia rencanakan hanya menuai kegagalan. Tadi malam dia menangis di kamarnya, tentu saja dia tidak akan menceritakan hal itu kepada Seiji apalagi Airin. Betapa konyolnya,… Ah, andai saja waktu bisa diputar kembali, Taichi ingin kembali ke kampung halamannya dan kembali hidup berkebun. Kekayaan bukan satu-satunya hal yang mendatangkan kebahagiaan karena kebahagiaan sejati tidak dapat dibeli!

“Apa aku harus membuat foto yang lebih parah lagi dari kemarin itu? Lalu aku akan mencetaknya sebanyak mungkin dan membagikannya ke semua karyawan dan relasi ayah,… Jika hancur, hancurlah, ha ha ha” Taichi tertawa sendiri di ruang klub yang sepi itu, tapi hatinya jauh lebih sepi daripada itu.

“Tapi Seiji dan Airin tidak boleh tahu kalau foto yang kemarin aku yang mengerjakan!”

[Kantin, 20 Mei, 08:55]
Beberapa orang tampak sibuk. Merapikan meja. Mengepel lantai. Memasak persiapan untuk jam istirahat. Seorang perempuan paruh baya mengaduk panci besar tempat di mana ia biasanya memasak kare. Aku harus sembunyi, karena hukuman bagi pelanggaran di sekolah elit ini sangat ditakuti: kau akan disuruh menulis ulang buku teks setebal seratus halaman dalam buku tulis hanya dalam waktu 2 hari!

Orang itu,… apakah ia benar-benar akan muncul? Apakah aku bisa menangkapnya? Seperti apakah dia? Seorang pelajar atau orang dewasa?

Lima menit lagi akan menuju jam 9 tepat, aku belum melihat pergerakan apapun, semuanya masih normal. Aku memperhatikan seluruh orang yang ada di kantin itu dari balik sebatang bonsai tua. Lalu tiba-tiba seorang lelaki muda berjalan cepat dengan beberapa kertas di tangannya. Jangan-jangan,…

Aku berlari secepat mungkin, mengejarnya dari belakang lalu merebut kertasnya. Lelaki itu terkejut dan melompat mundur sekitar satu meter.

“Woi, bocah nakal! Apa yang kau lakukan?!”
“Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan!”
“Apa yang akan kau lakukan dengan kertas iklanku, ha!”
“Kertas iklan?”
Aku melihat kertas yang sudah remuk karena kurebut paksa itu. KAMI MENYEDIAKAN MENU BARU, CHEESE BURGER, MEMANJAKAN SELERAMU!
“Whaaaaaaa,… Saya benar-benar minta maaf sekali,… mohon maafkan saya yang lancang ini” aku menundukkan badan, merasa sangat bersalah, tapi tatapan mata orang itu,….

[Kelas 2A, 20 Mei, 09:11]
Guru sedang sibuk menjelaskan materi pelajaran tapi sebagian siswa sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang menggambar manga, membaca novel hingga bermain dengan ponsel.

Sora     : “Jadi Seiji benar-benar tidak masuk!”
Airin    :“Apa yang terjadi dengan Seiji? Apa dia marah kepadaku?”
Taichi  : “Apa hal memalukan yang bisa kubuat agar aku bisa memiliki sedikit waktu ayah? aku tidak bisa merencanakannya, apakah dengan secara sengaja pergi ke hotel cinta? Ah, tidak-tidak. Tuhan pasti akan menghukumku!”

[Ruang Klub Sains, 20 Mei, 09:12]
“Apa yang kau lakukan Kyousuke?”
“Aku ingin melacak IP pemilik blog kriminal itu”
“Apa kau yakin dia hanya mengaksesnya di satu tempat saja? Bisa jadi pelaku menggunakan jaringan wi-fi di restoran atau di tempat umum lainnya”
“Kau benar”
“Apa yang akan kau lakukan setelah itu?”
“Paling tidak aku akan berusaha membobolnya dan menghapus semua kontennya!”
“Ha ha ha. Bodoh!”
“Woi! Enak saja kau mengatakan aku bodoh”
“Apa kau bisa menjamin dia tidak akan membuat blog baru lagi setelah itu. Yang paling baik adalah tangkap pelakunya!”
“Aggrrrhh, kepalaku rasanya mau pecah!”

[Kantin, 21 Mei, 09:15]
Mungkin bukan di sini, tapi di mana lagi? Mungkin saja dia sudah melakukan aksinya. Sial! Aku tidak bisa menangkapnya. Apa yang dia katakan pada petunjuk itu? SEBATANG KARA YANG KESEPIAN, yang sebatang kara. Sesuatu yang disebut sebatang hanya,… itu dia!

SEBATANG POHON yang tumbuh sendiri.

Di sekitar sekolah ini hanya ada beberapa pohon. Pohon maple, pohon jeruk dan beberapa batang sakura di depan gerbang sekolah. Dan pohon yang benar-benar tumbuh sendiri hanya ada dua dan keduanya adalah pohon maple. Satu batang di sebelah barat, di samping kelas 2A dan satu batang lagi di sebelah timur dekat plang sekolah. Jadi pohon yang mana? Tidak ada waktu lagi untuk mengecek keduanya!

dia tak  jauh tumbuh karena kurang kehangatan,…

KURANG KEHANGATAN?

Maksudnya cahaya matahari? Matahari terbit dari timur. Berarti pohon yang sebelah timur meskipun kesepian dia tidak pernah kurang kehangatan, dengan kata lain pohon yang dimaksud adalah pohon maple di sebelah barat. Pohon itu berada di belakang kelas 2A, maka cahaya matahari akan terhalang bangunan sehingga dia kurang kehangatan. Bingo!

Aku berlari secepat mungkin menuju kelas 2A, mudah-mudahan masih sempat. Setibaku di sana kuteliti pohon itu dan semua yang berada di sekitarnya, termasuk dinding kelas 2A. Tidak ada apa-apa! Dan celakanya guru yang sedang mengajar melihatku.

“Murakami-san, kita harus bicara!”

***

Chapter 4: Tunggu ya =)

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Gakuen Spring! Chapter 3"

  1. Wah, kasihan si Seiji ketangkap sensei :D
    gak sabar chapter 4!!!!!! :D
    Makasih ya udah mau mampir ke blog aku :D

    ReplyDelete
  2. Wah, langsung ada twist-nya. Semakin seru, ditunggu kelanjutannya :)

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)