Gakuen Spring! Prolog

           
         
Kamis, 14 Mei kami mendapat tantangan dari kepala sekolah untuk menangkap seseorang yang sudah sangat meresahkan semua orang di sekolah. Apa yang dipikirkan orang tua itu? Kami hanya siswa klub Koran bukan kumpulan detektif! Tapi,…

Orang tua itu bilang, bukannya wartawan juga mempunyai kemampuan investigasi. Benar, beliau tidak salah sama sekali, tapi kalau untuk membuat analisa dan dugaan kami tidak ingin buru-buru.

“Aku bisa saja menyuruh OSIS untuk mencabut izin klub kalian” kata Pak Tua itu datar.

Aku tidak menyangka dia bisa bermain licik! Mungkin karena sudah tersudut. Akhir-akhir ini banyak orang media yang memaksa masuk ke sekolah untuk membenarkan berita yang beredar itu.

Senin, 11 Mei sekolah digemparkan oleh foto nakal guru olahraga yang melecehkan siswi. Foto itu ditempel di Mading dan parahnya dimuat di situs sekolah!

***
[Ruang Konseling, 13 Mei]
            “Apa kalian tahu perbuatan itu bisa menghancurkan reputasi sekolah!”
            “Bukan kami yang melakukannya” Taichi memukul meja.
            “Apa kau tidak bisa sopan anak muda?”
            “Apa kami harus mengakui apa yang tidak kami kerjakan!” aku habis kesabaran.
            “Kalian bisa menjelaskan kenapa foto itu bisa ada di mading kalian?”
            “Seseorang bisa saja melakukannya”
            Taichi keluar ruangan.
            Guru BK mengangkat ponselnya yang berbunyi. “Bawa anak itu kesini!” kemudian menutupnya seketika.
            Laki-laki ini memang tempramental, aku yakin itu yang membuat rambut depannya rontok dan tidak tumbuh-tumbuh lagi.
            Seorang siswa laki-laki mengetuk pintu.
            “Apakah ada yang bisa saya bantu?”
            “Tidak usah basa-basi. Duduklah di sini. Kami butuh keteranganmu”
            Siswa berkacamata itu memberi hormat sebelum duduk. Ia begitu tenang, tidak takut sedikitpun. Aku yakin dia orang yang pintar dan sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
            “Apa kau yang jadi dalang foto tak pantas di situs sekolah itu?”
            “Anda tidak dapat menuduh saya hanya karena saya pernah meretas situs sekolah”
            Ruangan tiba-tiba hening.
            “Bukankah dulu pihak sekolah yang memintaku hanya karena kecerobohan Admin menghilangkan kata kunci?”
            Guru BK itu terdiam.
            “Aku tidak tahu bagaimana memperlakukan kalian. Harusnya kepala sekolah yang langsung turun tangan”
***
            [Ruang Klub Koran Senin, 17 Mei]
“Apa kau punya dugaan siapa pelaku kerusuhan ini, Rin?”
            Rin hanya diam.
            “Apa kau mendengarku Rin?”
            Dia terlalu sibuk menghiasi ponselnya.
            “Airin!”
            “Eh, ano, gomen Akito-kun
            “Kau melamun?”
            “Eto….”
            “Apa seseorang menjahilimu? Katakan saja siapa namanya, akan kubuat orang itu babak belur” kataku sambil menyingsingkan lengan baju.
            Airin lagi-lagi hanya diam. Agrrhh, aku seperti orang bodoh yang tak dihiraukan keberadaannya.
            “Apa kau tahu apa artinya teman?” tanyaku pada cewek itu.
            “Teman ya,… teman adalah,…” dia memegang bibirnya dengan telunjuk.
            Tiba-tiba pintu ruang klub diketuk seseorang.
            “Permisi, boleh saya masuk” Sora-chan, cewek terpintar di kelas 2A, kenapa cewek cantik itu datang ke sini?
            “Apa aku bisa bertemu Taichi?”
            Ada hubungan apa kau dengan Taichi…
            “Sesuatu telah terjadi dan dia harus mengetahuinya!”
            “Sesuatu?” Airin terpancing penasaran.
            “Iya, karena kalian sahabatnya aku yakin kalian bisa menenangkannya nanti.”
            “Maaf, bisa kita langsung ke inti permasalahannya?” aku memotong pembicaraan.
            “Mading sedang ramai dikunjungi siswa, foto nakal Taichi tertempel disana!”
            “Apa?!”
            Ada apa ini, apa yang anak itu pikirkan? Seketika aku berlari menuju keramaian itu. Sampai di sana aku berdesak-desakan dengan puluhan siswa yang lain. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat itu.
            Siapa sebenarnya orang yang dendam kepada sekolah ini?

Senin, 18 Mei sekolah digemparkan lagi oleh foto nakal Kimura Taichi yang terlihat sedang mengintip toilet perempuan. Foto itu ditempel di Mading dan disaksikan banyak siswa.
***
            Mungkin perlu kujelaskan, sekolah ini termasuk sekolah elit di Jepang. Para siswa adalah anak-anak orang kaya yang terpandang. Anak para pejabat, pengusaha hingga kalangan selebritis. Termasuk dengan anak-anak para duta besar dari negera asing yang mempercayakan anaknya sekolah di sini. Standar internasional membuat persaingan jadi super ketat. Tidak ada yang bisa menjamin seandainya kau akan bisa mempertahankan rangkingmu tetap sama di setiap semester, kecuali orang-orang yang sudah diakui seperti Aoki Sora-san. Setiap hari kau akan selalu menemukan mimik serius di tiap wajah siswa maupun guru. Seperti dunia ini tercipta hanya untuk nilai akademik. Sekolah ini selalu serius. Membosankan!
            Bukan berarti sekolah tidak mengizinkan para siswa untuk bersenang-senang dan mengikuti hobinya, hanya saja sebagian besar orang di sini menganggap bersenang-senang itu membuang-buang waktu!
            Kau baru bisa senang setelah mengalahkan semua sainganmu!
            Banyak klub hobi di sekolah ini tapi yang ikut bisa dihitung jari. Klub Koran sendiri hanya tiga orang (batas minimal anggota saja): aku, Taichi dan Airin.
            Kejadian hari Senin 11 Mei itu bagiku adalah sesuatu yang hebat, sungguh menyenangkan melihat wajah warga sekolah menjadi panik. Bukankah itu sesuatu yang baru? Para wartawan datang beramai-ramai untuk mencari kebenaran isu itu. Mencari jawaban dari pertanyaan: Benarkah sekolah terpandang terlibat kasus seperti itu?
            Lebih menyenangkan lagi melihat kepala sekolah marah-marah dan petugas keamanan sekolah beradu dengan para wartawan, tontonan gratis yang tidak kalah seru dari serial pertarungan One Piece atau yang sejenis.
            Dakara,…

            Inilah yang namanya Gakuen Spring!

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Gakuen Spring! Prolog"

  1. Seru nih, melihat nama Taichi jadi ingat Kokoro connect.
    Meluncur ke part selanjutnya...

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)