Gakuen Spring! Chapter 2

…Taichi’s Point of View…

Dulu kami mempunyai rumah kecil di desa. Ayah dan Ibu masih mesra. Kami berkebun setiap hari, dari matahari terbit hingga terbenam kami menghabiskan waktu di kebun, itu semua adalah pengalaman yang berharga,…

…takkan terlupakan.

Aku memang tidak punya banyak teman waktu itu, tapi sayuran dan buah-buahan sudah membuatku senang. Menanam kemudian menyiram. Menjaga kemudian memanen. Kehidupan desa, rumah di perkebunan, adalah anugerah yang indah. Hingga Ayah memutuskan untuk mengajak kami pindah ke kota,…

…dan semuanya mulai berubah.

Chapter 2 : Sebuah Tantangan dan Sebatang Kara yang Kesepian

 [Ruang Klub, 20 Mei, pagi hari]
“Hei, ’Selamat Pagi’ Seiji!”
“Se-la-ma-to Pa-gi, Airin”

Bukankah itu percakapan kemarin? Kami mengulanginya, dan hal sama terjadi lagi: Taichi tidak masuk sekolah lagi. Agar tidak menjadi benar-benar sama dengan kemarin, sore ini, setelah pulang sekolah aku harus menemuinya.

“Ai, apa Taichi pernah menghubungimu?”
Nani…? Apa kau tidak punya kalimat yang lain sehingga mengulang kata yang sama!” tampaknya Airin sedang dalam mood yang buruk. Sedang dalam masalah?

Aku harus menemui Kyousuke sebelum pergi ke tempat Taichi. Baru beberapa hari semenjak blog itu muncul pengguna internet sudah ribut. Ratusan komentar miring berdesakan. Aku tahu sebagian mereka adalah siswa yang pernah daftar ke sekolah ini dan ditolak!

“Lalu,… bagaimana dengan penguntit yang mengawasi kami waktu itu,… Apakah dia bersekolah di sini juga?” memikirkan semua itu membuatku bingung!

Rasanya seperti ingin BERTERIAK! Kenapa jalan hidupku harus tersandung masalah seperti ini? Seseorang, bisakah meminjamkanku sebuah martil,…

Kepalaku sakit tapi tiba-tiba Airin berteriak, “HEI! Siapa di sana?!” dengan cepat dia berlari ke koridor di depan ruang klub.

Orang yang kemarin?

10 menit berlalu,…

“Aku kehilangan jejak, aku tidak menyangka tikus got itu bisa lari secepat itu!” keluh Airin, dan yang perlu kau tahu adalah, jika Airin sedang dalam mood yang buruk kata-katanya sangat tidak enak didengar.
“….tapi untung saja aku sudah mengambil fotonya” ia tersenyum lega.
“apa kau mau memperlihatkannya padaku?”
Airin membuka ponselnya.
“Celaka!”
“….”
“Fotonya blur!”

[Koridor Kelas 2D, 20 Mei, siang hari]
Aku ingin menemui Kyousuke ke kelasnya, kelas 2D, kelas pertama setelah belokan. Susunan kelas sekolah ini berbentuk L, kelas 2A sampai kelas 2C berada dalam satu baris sedangkan 2D hingga 2F dalam satu baris yang lain.

Mading terletak di depan kelas 2E, ditempel pada dinding di antara 2 jendela. Menurut Taichi itu posisi yang bagus karena berada di Utara dan tidak berhadapan langsung dengan matahari. Selain itu posisinya strategis karena dekat dengan bangunan kelas 1 dan kelas 3. Tempatnya ramai dan banyak dikunjungi oleh para siswa.

Ano,… aku mencari Kyousuke, apakah dia ada?” tanyaku pada seorang siswa kelas 2D berambut mohawk yang dicat pirang.
“Barusan pergi keluar, mungkin ke kantin”
Arigatou

Kantin berada di belakang gudang yang diapit oleh kelas 2C dan 2D, hanya berjarak sekitar 50 meter dari kelas itu. Aku bisa mengambil jalan pintas ke sana dengan melewati gudang yang dipercayai akan mendatangkan kesialan bagi yang melewatinya. Beberapa siswa pernah mengaku mendengar suara-suara aneh dari gudang tempat alat-alat rusak itu. Aku tidak percaya, termasuk dengan cerita bahwa lantai disekitar gudang itu selalu licin! Bukankah itu air rembesan AC yang menetes ke lantai.

Baru saja aku hendak melewati gudang itu, seseorang menepuk pundakku!

“Whoa!!!! Manusia berwajah rata!” aku mengepalkan tanganku,…
Matte yo,… matte…” terdengar suara seorang siswi panik,… dia membuka topengnya,…
“Sora-san? Apa yang kau lakukan? Untung saja aku tidak jadi memukulmu” kataku.
“Jangan lewat di sana! Kau tahukan mitosnya?”
“Lupakan tentang mitos, Sains meniadakan Mistis!
“Lalu kau tidak percaya dengan hal-hal yang gaib?”
“Bukan begitu juga. Tapi aku harus ke kantin sekarang!”

Sora menahanku dengan memeluk lenganku dan entah sejak kapan Airin sudah berada di belakang kami.

Nee,.. kita bisa lihat seorang gadis cantik mengejar lelaki wajah pas-pasan!”

Wajah pas-pasan maksudmu?!

“Jangan ada yang dia rencanakan, atau jangan-jangan dia adalah pelaku semua kekacauan ini!”

Sora gemetar. Ia jelas terlihat gugup.

“Sepertinya aku harus ke kelas,…”

Dia pergi.

[Rumah Taichi, 20 Mei, sore hari]
“Tuan Muda, teman sekolah anda berkali-kali menelpon, apa tidak apa-apa dibiarkan?” seorang pelayan menyodorkan ponsel pada Taichi.
“Biar saja, aku tidak akan sekolah dan tidak akan berhubungan dengan orang-orang yang kutemui di sekolah sebelum aku bicara dengan Ayah!”
“Tapi Tuan Besar baru akan kembali esok lusa dari Eropa, pamerannya belum selesai”
“Kalau begitu silakan simpan saja ponsel itu, biarkan aku sendiri”

“Apakah blog itu tidak sampai ke jaringan Ayah?” pikir Taichi, “bukankah sudah ramai dibicarakan di internet, dan Ayah masih tidak tahu kalau foto memalukanku ada di sana? Ah, sial!”

Bel rumah besar itu berbunyi,…

Pelayan yang memegang ponsel itu berlari ke arah pintu, ia mendekatkan mulutnya ke telepon di dinding di samping pintu besar itu.
“Permisi, di sini kediaman keluarga Kimura, ada yang bisa saya bantu?”
Sumimasen, bisakah saya bicara dengan Taichi?”
“Ma-af, anda siapa?”
“Seiji, Seiji Murakami, teman satu sekolahnya”
Pelayan itu diam sejenak.
“Maaf, Tuan Muda sedang tidak bisa diganggu”
Setelah itu dia beranjak meninggalkan pintu.

[Di luar pagar kediaman keluarga Kimura]
“Sial, apa sih yang ingin dia sembunyikan!”
Aku menekan tombol ponselku, mengetik sebuah email dan mengirimkannya kepada Taichi.

10 menit berlalu,… sebuah panggilan masuk,… NO NAME!

Moshi,… moshi,… dengan Seiji, siapa di sana?”
“Ha ha ha,…”
“WOI!!! Siapa di sana?”
Calm down, boya,… biarkan aku membantumu dengan sebuah klu!”
Seorang pria, dia menyamarkan suaranya agar menjadi seperti orang dewasa.
“Kau harus bertanggung jawab dengan semua kerusuhan ini, bodoh!”
“Jaga mulutmu anak kampung!”

Aku habis kesabaran, kepalaku terasa seperti mendidih,…

“Aku harap kau memeriksa tasmu, karena tidak menyenangkan jika foto-fotonya hanya ditempel di mading saja!”

Dan setelah itu orang itu memutuskan panggilannya,…

Aku memeriksa tasku dengan segera. Sebuah surat bearoma citrus!

DARI LAPANGAN DI MANA MADING TERLIHAT, BILA KAU BERPUTAR BERLAWANAN ARAH JARUM JAM KAU AKAN MENEMUKAN SEBATANG KARA YANG KESEPIAN, DIA TAK  JAUH TUMBUH KARENA KURANG KEHANGATAN,… JANGAN MEREMEHKANKU,… HENTIKAN AKU SAAT JARUM HAMPIR MEMBENTUK SUDUT 45!

Aku berlari secepat mungkin untuk kembali ke sekolah, mungkin saja dia membohongiku. Tak ada seorangpun yang berada di sekolah sore ini. Apakah jam seperti ini dia melakukan aksi? Tidak, tidak. Jika ia menempel foto-foto itu sekarang, penjaga sekolah yang sering patroli setiap pagi sebelum para siswa dan guru berdatangan pasti melihat fotonya. Aku yakin penjaga sekolah tidak akan membiarkan foto itu tetap terpasang. Kecuali,… jika dia dengan pelaku bersekongkol! Kalau memang seperti itu, sudah jelas, musuhku bukan cuma seorang siswa tapi juga seorang dewasa! Sial,… ini benar-benar pelik.

Tunggu, apa yang dia katakan dalam surat itu?

dari lapangan di mana mading terlihat, bila kau berputar berlawanan arah jarum jam kau akan menemukan sebatang kara yang kesepian, dia tak  jauh tumbuh karena kurang kehangatan,… jangan meremehkanku,… hentikan aku saat jarum hampir membentuk sudut 45!

LAPANGAN – BERLAWANAN JARUM JAM – SEBATANG KARA – KEHANGATAN – SUDUT 45

Aku berlari ke tengah lapangan sekolah, dari sini dapat kulihat kotak mading yang terpasang di depan kelas 2E, tepat diapit oleh 2 jendela kaca. Lalu berputar berlawanan arah jam, aku harus berputar ke arah barat,… tapi melalui arah yang mana? Apakah hanya mengelilingi lapangan? Gila, yang benar saja!

SEBATANG KARA YANG KESEPIAN,…

Apakah gedung kantin di belakang kelas 2D dan 2E yang terpisah dari gedung lain? Dengan cepat aku berlari ke belakang sekolah hingga sampai di kantin,… apakah dia akan menempel foto selanjutnya di kantin yang ramai dikunjungi oleh para siswa? Ha ha ha, picik sekali. Tapi apa benar teka-tekinya bisa terjawab segampang itu, aku masih menyisakan beberapa klu lainnya. Cis,..

Bagaimana dengan KEHANGATAN? Apa yang orang itu maksud?


(To Be Continued)

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Gakuen Spring! Chapter 2"

  1. Chapter 3 nya dong. Ceritanya aku suka banget.
    Aku juga penggemar berat anime loh. dan aku juga suka nulis meski tulisanku semua gak laku :D *Curhat dikit*
    oh iya, salam kenal aja yaa....

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)