Menulis Cerita yang Tak Biasa


            Sudah lama sekali tidak aktif menulis di blog, karena kesibukan yang beraneka ragam blog ini jadi tak teracuhkan. Jadinya blog ini ngambek, bayangkan PageRank yang dulunya 2 kini turun jadi 1. Aduh, padahal butuh 2 tahun menaikkannya lho. Dulu, pengunjung blog setidaknya 20 orang perhari, sekarang paling banter cuma 10 orang, rata-ratanya 2 orang perhari. Ah, tapi biarlah, toh sekarang sudah berniat lagi untuk menyayanginya. Ingin konsisten memperbaharuinya satu kali seminggu maka pada kesempatan ini saya ingin menulis sesuatu. Menulis tentang “menulis cerita yang tak biasa”.
            Menulis cerita yang tak biasa? Ya, bukan tema ceritanya tapi. Bukan menulis cerita yang aneh-aneh biar ceritanya jadi tidak biasa, hanya saja bagaimana teknik menulis cerita agar cerita yang kita tulis menjadi tidak biasa. Nah, untuk ini saya punya beberapa poin (dari pengalaman pribadi setelah berkecimpung di dunia kepenulisan beberapa tahun lamanya meskipun karya yang dimuat belum seberapa). Silahkan di cek.
1.      Buka cerita dengan sesuatu yang tidak biasa.
Banyak penulis, apalagi pemula seperti saya ini, sering membuka ceritanya seperti kebanyakan orang lakukan. Jadinya klise dan mainstream[?] Begini contohnya,
Kriiiiiiiiiiiiiiiiing………..!
Jam wekerku berbunyi. Ya Tuhan, aku terlambat bangun lagi. Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan segera mandi. Byur. Byur. Byur. Dalam sekejap saja aku selesai mandi. Bla bla bla […]
Sesampainya di sekolah gerbang sekolah sudah ditutup oleh Pak Man sang satpam sekolah. Aku mengemis-ngemis minta diizinkan masuk sambil berjanji tidak akan terlambat lagi. Tapi Pak Man hanya tertawa. “Sudah berapa kali kamu berjanji seperti itu, Hafiz? Tapi ternyata telat-telat juga!”

            Sudah banyak orang yang nulis gitu, lho. Kecendrungan. Atau bahasa kerennya mainstream. Akibatnya pembaca jadi malas membaca cerita kita meskipun sebenarnya cerita yang kita tulis itu bagus. Ingat ungkapan “Love at the first sight”. Sebagai penulis cerita kita juga harus bikin orang jatuh cinta pada pandangan  pembacaan pertama dengan cerita kita. Kalau sudah cinta nanti jadi tertarik membacanya sampai selesai. (apa komentar pembaca tentang keseluruhan ceritanya itu masalah nanti)
            Kamu pernah membuat mading? Mungkin juga pada masa sekolah? Nah, bagaimana caranya agar orang-orang mau membaca mading itu? Caranya tentu saja membuat desain mading dengan semenarik mungkin. Eye catching. Tidak perlu terlalu bagus asalkan enak dilihat dan bikin penasaran. Cerita juga mesti begitu, lho. Nah, biar pembukaan cerita menjadi tidak biasa, coba buka dengan cara yang tidak biasa. Misalnya dimulai dengan deskripsi, dialog atau bisa juga sebuah berita. Sedikit contoh.
[deskripsi]
            Langit pagi ini cerah sekali, tidak seperti biasanya. Burung-burung kecil yang hinggap di kabel-kabel listrik bernyanyi lebih riang seakan ada kebahagiaan yang akan disambutnya […]
[dialog]
            “Hafiiiiiiiiiz, belum bangun juga!” teriak Ibu dari ruang tengah. Astaghfirullah, aku ketiduran.
            “Iya, Bu. Sudah bangun ini. Jam berapa sekarang?” balasku.
            “Di kamarmu kan ada jam!”
            Aku melihat jam. Ya Tuhan, jam delapan!
[berita]
            Hujan lebat semalam ternyata membuat lereng bukit longsor, akibatnya ruas jalan AB tertutup. Puluhan kendaraan tampak mengantri. Beberapa petugas setempat baru akan menuju lokasi. Sekitar pukul 9.00 jalan bisa dibersihkan dan lalu lintas normal kembali. Longsor itu menyebabkan para pekerja dan anak-anak sekolah terlambat datang ke kantor maupun sekolah mereka.
2.      Buat tokoh yang tidak biasa.
Kebanyakan pada sebuah cerita, tokoh yang ditampilkan selalu itu-itu saja. Misalnya seorang cewek cantik tapi manja, atau seorang cowok ganteng tapi playboy. Sesekali beda mantap tuh. Misalnya dibikin ceweknya atau cowoknya alim. Atau ceweknya ini jutek abis tapi sebenarnya dia kesepian. Atau cowoknya ini kuper banget tapi ternyata dia penulis terkenal (dia pakai nama pena soalnya, haha). Atau yang lain lagi. Lagi-lagi jangan mainstream, cerita mainstream itu biasanya mudah ditebak.
3.      Buat jalan cerita yang tidak biasa.
Untuk poin ini pesanku cuma, jangan bikin cerita seperti sinetron atau FTV. Sudahlah ceritanya pasaran, mudah ditebak pula. Bikinlah cerita yang berbeda dan bersisa. Yang punya amanat bagi pembaca. Jadi cerita kita tidak mudah dilupakan. Maksudnya, berkesan.
4.      Buat akhir yang tidak biasanya.
Saya cukup banyak membaca cerpen. Kebanyakan dari cerpen yang saya baca itu memakai ending yang terbuka. Bisa juga dikatakan ending yang menggantung. Tapi tepatnya adalah ending yang terserah pembaca. Pada akhir cerita tidak dijelaskan apakah akhirnya bahagia atau sedih. Yang jelas cerita berakhir setelah konflik berakhir, apa yang terjadi pada tokoh setelah itu sengaja tidak dijelaskan. Akhir cerita yang seperti ini memang sedikit sulit untuk diciptakan. Layak untuk dicoba tapi bukan menjadi keharusan.
            Nah, saya rasa sudah cukup segitu. Sudah terlalu panjang tampaknya. Yang jelas, bagaimana pun bentuk cerita yang kita tulis jangan pernah menyimpannya sendiri. Bagikanlah pada orang lain. Cerita yang bagus dan penuh pesan moral akan menjadi sebuah kebaikan, apalagi yang isinya mencerahkan. Ok, sekian dulu. Tetap menulis. Tetap menulis. Mari menulis!




Postingan terkait:

4 Tanggapan untuk "Menulis Cerita yang Tak Biasa"

  1. hai om hafiz salam kenal.....aku sedang belajar menulis cerpen dan puisi,,,,,setelah kuteliti lagi ternyata cerpenku terlalu to the point kurang bermain kata2 dan tanda bacanya masih kacau balau perlu banyak edit,,,,,mohon tipsnya atau bisa e-mail nene ke nenequeeny@gmail.com trimakasih,,,,,, (★^O^★)

    ReplyDelete
  2. nice blog :)

    salam kenal dari kami outbond di malang :)
    jangan lupa kunjungi kami di website kami : http://www.nolimitadventure.com/

    ReplyDelete
  3. aku suka ending yg menggantung :D
    arigatou ne udaa :D

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)