Kita 'kan Sudah Menikah!

Begini, ini kejadian sudah cukup lama, beberapa tahun yang lalu ketika di pinggiran jalan berserakan poster-poster kampanye, entah itu di baliho (ini pasti bayar), di dinding-dinding hingga di tong sampah (tentu saja ini tidak bayar, hehe). Dan juga bisa di temukan di pintu angkot, di langit-langit angkot, atau di wajah supir angkot (ah, yang ini cuma bohong). Tapi, cerita yang kutulis ini bukan mengenai para kampanyer yang ngubar janji itu. Tulisan ini tentang sebuah kejadian yang tak begitu unik, tapi tak pernah ku lupa.

Begini ceritanya,

Sabtu siang setelah pelajaran usai, aku hendak pergi ke sebuah toko buku di pusat kota dengan niat sekadar melihat-lihat. Sebagai anak sekolah yang masih menampung pada orangtua, ya bisanya cuma naik angkot. Untuk naik angkot tidak susah, cukup berdiri saja di pinggir jalan dan ia akan berhenti, ketika mau turun cukup bilang 'kiri da' dan ia akan berhenti. Pada akhirnya aku menaiki sebuah angkot dan mengambil duduk di bangku serap dengan memunggungi supir.



Di angkot itu hanya ada 6 orang dengan rincian 1 supir, 5 penumpang. Satu tentu aku, dan 4 lagi terdiri dari dua pasang. Pasangan pertama adalah sepasang pria dan wanita muda sedangkan pasangan lain adalah bocah-bocah remaja. Mereka (kedua pasangan itu) duduk berhadapan. Akunya risih. Terlebih ketika melihat pasangan remaja itu bermesra-mesra, si perempuan merangkul tangan lelaki, menyandar pada bahu lelakinya dengan bibir yang dimanyun-manyunkan. Ah. Perempuan dari pasangan muda di hadapan mereka jadi terbawa suasana, mukanya seketika memerah. Jelas sekali ia panas. Maka dalam beberapa jenak, perempuan itu memeluk erat pasangannya. Akunya semakin risih. Si lelaki dari pasangan muda itu dari terkejut. Kelihatan sekali ia malu, ketika ia melihat kepadaku aku hanya bisa tersenyum kecut.

"Sudah dek, malu sama orang" ujar lelaki muda itu pada pasangannya.
Pelukan prempuan itu malah makin erat.
"Eh, sudah ah. Malu di lihat sama orang!"
Si lelaki memaksa melepaskan pelukan perempuan itu tampak marah.
"Malu bagaimana, Bang? Kita 'kan susah menikah!" ujar perempuan itu keras.

Aku menahan tawa. Muka sepasang remaja di depan mereka berubah layaknya kepiting rebus.

"Kiri Da!" ujar lelaki dari pasangan remaja itu.

Dan saat itu, apa kau tahu apa yang kupikirkan?

Aku berpikir : Andai aku juga punya seorang istri!
Tapi tolong jangan bilang siapa-siapa ya. ^-^






Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Kita 'kan Sudah Menikah!"

  1. ahaha..lucu...kirain merekanya putus..
    "udah dek, pulang saja sendiri, ente buat malu saya saja" kirain tuk cowk mau bilang gitu..
    ckckck

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)