Belajar Menulis : Agar Tulisanmu Menembus Media

Belajar menulis itu menyenangkan, merealisasikan pikiran dan imajinasi kita dalam sebuah tulisan sebebas-bebasnya, entah itu cerpen, puisi atau lainnya. Dan ketika tulisan kita sudah selesai di garap, selanjutnya adalah publikasi, penting sekali lho publikasi ini. Sebab kita menulis untuk dibaca bukan untuk disimpan.

Nah, pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi tips dan trik mempublikasikan tulisan kita ke media, (walaupun belum ada tulisan penulis yang menembus media) tapi ndak salahkan jika ingin berbagi tips dan triknya. Ini penulis dapatkan sewaktu sekolah menulis FLP Unit Universitas Andalas. Selamat Membaca.

Pertama : Pahami Karakter Media dan Redaktur

Ketika sobat hendak mengirimkan sebuah tulisan ke media, kewajiban pertama adalah memahami karakter dan kemauan media yang ingin dituju. Tulisan seperti apa yang biasa dimuatnya, baik itu genre tulisan atau lainnya.

Ini penting lho, jika tidak memperhatikannya banyak kemungkinan yang dapat terjadi, seperti :
  • Tulisan Sobat ditolak karena tidak sesuai dengan tema
  • Tulisan Sobat ditolak karena terlalu bagus atau terlalu jelek
Contoh nyatanya ketika sobat ingin mengirimkan cerpen ke majalah story tapi temanya bukan remaja, nggak banget kan. Atau ketika mengirimkan cerpen yang nyastra abis ke kawanku, ujung-ujungnya ditolak karena terlalu bagus, begitupun sebaliknya.
Kenali dulu medianya (dengan rajin-rajin baca tulisan yang dimuat pada media bersangkutan) baru kirim.


Kedua : Hati-hati dengan Persyaratan Tulisan

Kadang disini loh kita terjebak, cerpen kita bagus tapi tak memenuhi syarat. Ketika media tersebut meminta tulisan yang panjangnya minimal 5 halaman tapi kita kirimnya cuma 4 halaman. Atau sebaliknya media minta maksimal 8 halaman tapi kita kirim 10 halaman.

Disamping itu perhatikan juga marginnya (kalau ndak da dituliskan biasanya margin standar), font-nya Times New Roman (TNR) 12 pt, dan spasi biasanya 1 1/2 atau 2 spasi. Tergantung medianya. Dan jangan lupa, kirim dalam bentuk soft copy (format .doc atau rtf).

Rugi banget kan kalau cerpen kita ditolak karena kesalahan format tulisan, perhatikan persyaratan yang diberikan media yang bersangkutan.

Ketiga : Rajin Kirim Karya (Curi Perhatian Redaktur)

Jangan takut mengirim karya ke media, kalau perlu kirim banyak-banyak sob. Ketika redaktur sudah terbiasa dengan nama kita yang tercantum di inbox email-nya ia akan tergugah akan kegigihan kita dan tertarik untuk membaca tulisan kiriman kita. Ketika tulisan kita sudah dibaca, peluang dimuatkan menjadi besar.

Keempat : Paragraf Pembuka yang Menarik

Bikin tulisan dengan paragraf pembuka yang semenarik mungkin, paragraf pembuka ibarat pintu/jendela sebuah rumah. Ketika tampak bagus, tamu/pembaca akan tertarik membaca tulisan kita hingga selesai.

Kelima : Menyertai Biodata Singkat

Penulis yang sudah lama menyelam dalam dunia penulisan biasanya menulis biodatanya di akhir tulisan setelah menulis namanya dengan tanda bintang di judul tulisan, kayak gini

Judul Tulisan
Oleh : Nama Penulis*

_____________________________
_____________________________
_____________________________
_____________________________

_____________________________
_____________________________
_____________________________

*Nama Penulis, Lahir di Rumah Sakit tangga 09 Juli 2011.
Mencintai dunia tulis menulis sejak kecil, tulisan-          
tulisannya pernah dimuat di, dan bla bal bla bal .............

Keenam : Sertakan kalimat pengatar pada email, tulis di badan email. 

Sebuah surat pemberitahuan bahwasanya sobat ingin mengirimkan sebuah tulisan. Bahasanya harus sopan ya.

Ketujuh : Kirim dan Lupakan

Ketika sobat sudah mengirim karyanya ke media, lupakan karya itu dan kembalilah menulis karya yang baru sementara menunggu pemberitahuan karya yang telah dikirim tadi.


Oh ya, dalam mengirim tulisan ke media ada beberapa WARNING yang ndak boleh dilakukan :
  • Jangan kirim ke beberapa media, cukup satu saja, kalau misalnya tulisan sobat dimuat pada 2 atau lebih media (apalagi pada hari yang sama), nama sobat bisa di blacklist sama redaktur sehingga kalaupun kita kirim lagi tulisan lain kesana, takkan di proses.
  • Kirim tulisan dengan metode lampiran (lampirkan file pada email), jangan tulis di badan email.
  • Bikin jenis tulisan pada subjek email, misalnya : Cerpen "Sebuah Rumah di Pinggir Danau" Nama Penulis. Tujuannya agar redaktur gampang memilah tulisan kita, karena bukan cuma cerpen yang masuk ke meja redaktur.
Satu lagi, sebelum mengirimkan tulisan jangan lupa di revisi kesalahan EYD, dan lain-lain. Semoga artikel kecil tentang belajar menulis ini bermanfaat.
Salam,
Keep Writting!


Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Belajar Menulis : Agar Tulisanmu Menembus Media"

  1. Terima kasih ya buat artikelnya. Salam Kenal dan Ijin Copas ya........ ^^

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)