Antara Menulis dan Membaca Bag. I

Sebenarnya hubungan antar menulis dan membaca itu sangat dekat, kalau kita ibaratkan sebagai manusia bisa jadi hubungan kasih entah itu pacaran atau yang lebih mulia dan sakral yaitu pernikahan. Bagi yang kurang sependapat, untuk saat sekarang terima dulu argumen itu karena kedepan penulis akan membahas mengenai hal tersebut, tentang menulis dan membaca.

Nah, kali ini argumen selanjutnya bahwasanya seorang penulis tak layak dikatakan penulis apabila ia malas membaca; seorang penulis takkan bisa menjadi penulis (hebat) jika ia bukan pembaca (hebat) pula. Nah, sahabat KotakSastra, sebelum kamu bertanya “kok gitu sih?” maka biarlah penulis bermurah hati menuliskannya pada kesempatan yang berbahagia ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu, atau bagi sobat yang sudah tau semoga dengan artikel ini bisa lebih tergugah lagi semangat menulisnya.

Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan Inggris pernah berkata :
"Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca."

Ia lebih memilih untuk tinggal di pondok penuh buku, ketimbang menjadi raja yang tidak punya hasrat untuk membaca. Hal demikian tentu ada alasan, dan alasan itu adalah manfaat-manfaat yang dapat ia dapat dari kegiatan membaca itu. Well, penulis kasih tau deh manfaat membaca itu terlebih dahulu sebelum kita lanjut.



Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut:
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
(Sumber)

Nah, manfaatnya bagi penulis gimana?

Membiasakan membaca buku (reading habit) adalah salah satu kebutuhan utama penulis yang produktif. Hal ini terjadi karena penulis adalah orang yang selalu haus informasi, selalu diliputi penasaran dan rasa ingin tahunya tinggi. Penulis yang produktif bisa dipastikan pembaca yang aktif pula. Dari kegiatan membaca akan mengalirkan banyak ide dan pengetahuan baru di bidang yang ditekuni.
Namun yang terjadi kebanyakan justru sebaliknya, minim waktu membaca malah banyak menonton televisi. Hal ini dapat diatasi dengan aktif di jejaring sosial. Saat ini era informasi didominasi dengan berkembangnya portal berita yang menyajikan informasi terkini dan bisa dipercaya. Dengan menggabungkan dua hal tersebut, jejaring sosial di internet dan buku cetak, saya yakin informasi yang diterima akan berimbang dan membawa manfaat bagi penulis.
(Sumber)

Nah, dari penjelasan diatas bolehlah kita simpulkan bahwa membaca merupakan sebuah kegiatan yang begitu penting bagi seorang penulis. Seperti yang penulis bilang dari awal, membaca dan menulis itu ibarat sepasang kekasih. Maka jangan menggemari yang satunya saja, jangan memisahkan mereka karena tentu keterpisahan tersebut akan membuat mereka menderita dan selalu meninggalkan luka. Bahasa kitanya, sebuah tulisan takkan mempunyai ruh jikalah kita tak punya banyak pengetahuan, baik tentang tema yang digarap maupun cara penggarapan temanya, sedangkan pengetahuan di dapatkan dengan membaca. Semakin banyak semakin baik.
So, sudah berapa banyakkah sahabat membaca hari ini?

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Antara Menulis dan Membaca Bag. I"

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)