Teman Sekamar

                Dia menjadi aneh akhir-akhir ini, lebih sering diam dan menyendiri. Bahkan dikala warga satu kos berkumpul untuk tertawa riang dia memilih mengabsenkan diri. Aku tak pernah menanyakan perihal itu kepadanya.

                Suatu ketika aku mendapatinya tengah jongkok disudut kamarnya. Menangkupkan tangannya seolah memohon sesuatu, lantas aku langsung bertanya padanya hal itu. Hanya ebuah cacian yang kudapat: Kurus! Pergilah kau dari sini. Semenjak kejadian itu ia sering mengunci kamar , padahal kamar itu kamarku juga.
                Ketika malam datang barulah ia bukakan pintu, aku masuk kamar dan langsung tidur. Aku tidak menegurnya, toh ia juga memunggungiku. Diam. Disaat aku terbangun ditengah malam, ia melakukan kembali hal itu, jongkok disudut kamar, menangkupkan tangan, namun kali ini juga tertawa sendiri dan menatapku dengan sorotan tajam. Mendadak tubuhku gemetar, wajahku pucat pasi.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Teman Sekamar"

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)