Jangan Tersenyum Padaku

Pagi yang cerah kala mentari menjamahku dengan sinarnya yang elok..

"Assalamualaikum da..." sorakku.

"Wa'alaikumuslam ya akhi, hati2 di jalan" jawab senior di wismaku..

Adalah setiap hari kaki ini melangkah sejauh ratusan meter menuju halte bus kampus..

Setiap hari juga ku menemukan perempuan-perempuan berjilbab itu..

Mereka dari wisma akhwat (dari fakultas ekonomi) yang tak jauh dari wismaku..

Ada yang aneh dengan mereka (kurasa), tak ada sedikit tegur sapa dengan kami,.

Suatu ketika iseng-iseng ku bertanya pada temanku..

"kenapa setiap berpapasan dengan akhwat-akhwat itu mereka tak sedikit pun mengacuhkan kita?"

"ah, bukankah memang tak baik menghiraukan kita?"

"kenapa kau juga bertanya?"

"kau yang menanyaku"

 Ah, apa2an itu. lalu seorang lagi dari kami berkata..

"lalu apa yang akan kau lakukan jikalau mereka memang menyapa kita?"

"aku akan tersenyum saja"

"justru itu"

"apa?"

"justru karena mereka tak ingin kau menebar senyum itu"


Postingan terkait:

3 Tanggapan untuk "Jangan Tersenyum Padaku"

  1. wah, singkat dan jelas!
    Gadhul bashor... jangan sampai hanya karena senyum (yg sebenarnya tulus) bisa jadi bahan fitnah bagi si akhwat...

    ReplyDelete
  2. Singkat , padat. Tapi lucu. he he he....*Upz, Kan gak boleh tersenyum*.

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Jangan lupa tinggalkan kontak agar saya bisa mengunjungi balik. Salam semangat :)